FGD Ekraf di Kota Bangun Tumbuhkan Kesadaran Kolaborasi dan Pemahaman Ekonomi Kreatif
(FGD di Kecamatan Kota Bangun yang digelar 24 Juni 2025/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Ekonomi Kreatif terus mengintensifkan penguatan literasi dan kolaborasi ekonomi kreatif (ekraf) di tingkat kecamatan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan
adalah Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Kecamatan Kota Bangun,
dengan melibatkan berbagai elemen penggerak ekonomi lokal.
Saat dikonfirmasi awak media Kepala Bidang
Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menjelaskan bahwa FGD tersebut
fokus pada pembahasan mendasar mengenai apa itu ekonomi kreatif dan bagaimana
membedakannya dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) konvensional.
“Kita juga sekaligus melakukan sosialisasi
terkait program Kredit Kukar Idaman dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang
menjadi prioritas Dinas Pariwisata,” ungkap Zikri saat diwawancarai pada Senin
(30/06/2025).
Zikri mengatakan FGD ini diikuti oleh pelaku
ekraf, Pokdarwis Pela dan Tanjung Sarai, BUMDes, perwakilan kecamatan, serta
komunitas lokal lainnya.
Dirinya mengungkapkan bahwa salah satu
persoalan yang masih menjadi tantangan di Kota Bangun adalah belum terjalinnya
koordinasi yang baik antara pelaku ekraf dengan pemerintah setempat.
“Dengan adanya FGD ini, pelaku ekraf jadi
paham bahwa komite ekonomi kreatif (kekraf) itu punya peran strategis sebagai
perpanjangan tangan Dinas Pariwisata dalam menaungi subsektor-subsektor ekraf,”
ujarnya.
Sehingga menurutnya kolaborasi tersebut
menjadi kunci baik dan strategi dengan melibatkan Pokdarwis, BUMDes, maupun
kecamatan.
Zikri juga mencontohkan praktik kolaborasi
yang sukses terjadi di Kecamatan Loa Janan, di mana kekraf setempat menggandeng
Dispar Kukar untuk mengembangkan seni pertunjukan.
“Kita bantu alat sound system, lalu mereka
menggelar event berbayar bertajuk ‘Tiba-Tiba Ada Panggung’ dengan menggandeng
pihak swasta di Loa Janan. Ini bukti bahwa kekraf bisa jadi motor penggerak
ekraf lokal,” tambahnya.
Menurut Zikri, hasil dari FGD Kota Bangun
membuka pemahaman baru bagi para pelaku dan pemangku kepentingan di kecamatan
mengenai pentingnya peran kekraf dalam memfasilitasi kreativitas anak-anak
muda.
“Ekraf bukan hanya soal produk, tapi juga soal
ruang. Kekraf adalah rumah bagi para pelaku ekonomi kreatif. Pokdarwis
mendukung dari sisi pariwisatanya, dan kekraf mendukung dari sisi subsektor
ekonomi kreatifnya entah itu tari, kriya, kuliner, atau lainnya,” tutupnya
(Adv/Tan)